Berita

Banjir Jakarta, Anggota DPR PDIP Cornelis Keluhkan Mati Listrik ke Menteri ESDM Bahlil

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDIP, Cornelis, mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi akibat banjir di Jakarta. Ia secara langsung meminta perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait kondisi tersebut.

Keluhan Mati Listrik Akibat Banjir

“Jakarta banjir. Saya kena mati listrik, Pak,” ujar Cornelis dalam rapat kerja Komisi XII DPR bersama Kementerian ESDM di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Keluhan ini disampaikan Cornelis di tengah pembahasan berbagai isu energi, termasuk ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG 3 kilogram di daerah yang terdampak bencana.

Desakan Perbaikan Infrastruktur Energi di Daerah Bencana

Selain persoalan di Jakarta, Cornelis juga menyoroti kondisi di daerah terdampak bencana di Sumatera. Ia mendesak agar perbaikan infrastruktur kelistrikan dan ketersediaan pasokan gas dipercepat. “Saya ingin Pak Menteri dan kawan-kawan di daerah bencana ini tolong perhatikan betul-betul aspek kemanusiaannya, yaitu listrik, BBM, dan gas 3 kilo. Bagaimana mereka mendapat atau tidak? Perusahaan yang rusak-rusak itu diperbaiki atau tidak, terutama listrik,” tegasnya.

Cornelis menekankan pentingnya pemerintah untuk segera mengajukan penyesuaian anggaran apabila diperlukan demi perbaikan infrastruktur energi di wilayah-wilayah yang terkena bencana. Menurutnya, anggaran negara harus benar-benar dialokasikan untuk kepentingan masyarakat.

“Masalah BBM. Ya kalau memang ada perbaikan-perbaikan, kan tidak ada dalam anggaran. Nah, segera Pak Menteri ajukan dalam perbaikan supaya ada perubahan anggaran. Supaya anggaran itu bermanfaat untuk rakyat karena Aceh rusak berat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Barat, maaf, Padang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa bencana yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh banjir, tetapi juga tanah longsor. “Nah, ini semua bencana ini bukan karena air saja, tapi tanah yang longsor. Nah, ini tolong perhatikan rakyat kecil,” pungkas Cornelis.