Ekonomi

Bunga Deposito Aman Bagi Investor Indonesia di Tengah Inflasi 2026

Realita BengkuluJakarta, CNBC Indonesia – Deposito masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit sebagian orang di Indonesia, karena menawarkan kombinasi keamanan, kepastian, dan imbal hasil yang stabil. Deposito dianggap sebagai salah satu instrumen investasi paling aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan tidak terpengaruh fluktuasi pasar seperti saham atau kripto.

Hal menarik lainnya, suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada tabungan biasa. Imbal hasilnya sudah diketahui sejak awal, sehingga cocok untuk orang yang menghindari risiko. Deposito bisa memilih jangka waktu mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan atau lebih, cocok untuk kebutuhan keuangan jangka pendek hingga menengah.

Bunga Deposito Bank BUMN Stabil di Atas 2,5%

Di tengah kondisi ekonomi saat ini, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% turut menjaga stabilitas imbal hasil instrumen simpanan di perbankan. Berdasarkan pemantauan hingga akhir Maret 2026, bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) masih mempertahankan suku bunga deposito yang relatif stabil dan belum melakukan penyesuaian besar terhadap tarifnya.

Di antara bank BUMN, BRI tercatat masih menawarkan bunga paling menarik untuk tenor pendek, yakni hingga 3,00% untuk jangka waktu 1 dan 3 bulan. Sementara itu, BNI dan Mandiri menawarkan bunga di kisaran 2,25% hingga 2,75%, tergantung pada tenor yang dipilih nasabah.

ORI029 Lebih Unggul Tahan Inflasi Dibanding Deposito

Selain deposito, Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 juga menjadi pilihan investasi aman bagi investor konservatif di Indonesia. Kupon ORI029 bersifat tetap (fixed rate), dibayarkan setiap bulan, dan dikenakan pajak 10%. Artinya, imbal hasil bersih per tahun menjadi lebih tinggi daripada deposito yang dikenakan pajak 20%.

Berdasarkan simulasi Rp100 juta dan Rp1 miliar, ORI029 secara faktual lebih unggul dari deposito dalam menjaga nilai uang di tengah inflasi 2026 yang diperkirakan 3%. Dengan pajak lebih rendah dan kupon tetap, ORI029 memberikan imbal hasil riil positif, sementara deposito berpotensi stagnan secara riil.

Kebijakan Fiskal Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2026

Selain instrumen investasi aman seperti deposito dan ORI, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 juga sangat ditentukan oleh kebijakan fiskal yang akan dijalankan pemerintah. Anggota Komisi XI DPR, Harris Turino, mengingatkan bahwa fiskal menjadi penopang utama perekonomian, terlebih dengan skala APBN 2026 yang mencapai Rp 3.800 triliun.

Harris menyoroti target penerimaan pajak yang mencapai Rp 2.300 triliun pada 2026, angka yang sangat besar jika dibandingkan dengan estimasi penerimaan tahun ini yang hanya Rp 2.050 triliun. Ia menekankan pentingnya menjaga proyeksi kenaikan penerimaan cukai dan realisasi penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke lima bank BUMN untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 5,4%.

Risiko Kenaikan Bunga Deposito Dolar

Di sisi lain, keputusan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menaikkan bunga deposito dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 4% per tahun dinilai berpotensi membawa risiko bagi stabilitas rupiah dan industri perbankan. Ekonom Bank Danamon 2020-2024, Irman Faiz, meragukan langkah ini bisa efektif menarik devisa WNI di luar negeri untuk kembali ditempatkan di dalam negeri.

Irman menjelaskan terdapat dua faktor penghambat, yaitu faktor harga di mana bunga deposito di Indonesia masih terkena pajak sehingga penerimaan bersih lebih rendah dibanding penempatan di luar negeri, serta faktor non-harga seperti kepercayaan, keamanan dana, dan kebutuhan transaksi di luar negeri.

Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi ketidakpastian global, instrumen investasi aman seperti deposito dan ORI menjadi pilihan yang menarik bagi investor konservatif di Indonesia. Stabilitas suku bunga dan jaminan keamanan dana menjadi daya tarik utama, sekaligus menjaga daya beli investor dari ancaman inflasi.

Namun, investor juga perlu mempertimbangkan opsi lain yang dapat memberikan imbal hasil lebih tinggi, seperti ORI029 yang terbukti lebih unggul daripada deposito dalam menjaga nilai uang di tengah inflasi 2026. Kebijakan fiskal yang efektif juga memegang peranan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa saja keunggulan deposito dibandingkan investasi lainnya?

Deposito menawarkan kombinasi keamanan, kepastian, dan imbal hasil yang stabil. Deposito dianggap sebagai salah satu instrumen investasi paling aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan tidak terpengaruh fluktuasi pasar seperti saham atau kripto. Selain itu, suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada tabungan biasa dan imbal hasilnya sudah diketahui sejak awal.

Bagaimana perbandingan imbal hasil antara deposito dan ORI029 di tahun 2026?

Berdasarkan simulasi, ORI029 secara faktual lebih unggul dari deposito dalam menjaga nilai uang di tengah inflasi 2026 yang diperkirakan 3%. Dengan pajak kupon yang lebih rendah 10% dibanding deposito 20%, ORI029 memberikan imbal hasil riil positif, sementara deposito berpotensi stagnan secara riil.

Apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026?

Selain instrumen investasi aman seperti deposito dan ORI, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 juga sangat ditentukan oleh kebijakan fiskal yang akan dijalankan pemerintah. Aspek-aspek kunci yang perlu diperhatikan adalah target penerimaan pajak, proyeksi kenaikan penerimaan cukai, serta efektivitas penempatan dana pemerintah ke bank BUMN.

Apa risiko dari kenaikan bunga deposito dolar di tahun 2026?

Keputusan Himbara menaikkan bunga deposito dolar AS menjadi 4% per tahun dinilai berpotensi membawa risiko bagi stabilitas rupiah dan industri perbankan. Ekonom menilai langkah ini sulit efektif menarik devisa WNI di luar negeri, karena faktor harga (pajak) dan non-harga (kepercayaan, keamanan dana, kebutuhan transaksi).

Instrumen investasi apa saja yang cocok untuk investor konservatif di Indonesia?

Instrumen investasi aman seperti deposito dan ORI menjadi pilihan yang menarik bagi investor konservatif di Indonesia. Stabilitas suku bunga dan jaminan keamanan dana menjadi daya tarik utama, sekaligus menjaga daya beli investor dari ancaman inflasi. ORI029 juga terbukti lebih unggul daripada deposito dalam menjaga nilai uang di tengah inflasi 2026.