Nasional

Juwono Sudarsono Disemayamkan – Mantan Menhan Legendaris Meninggal 2026

Realita Bengkulu – Jenazah Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan Indonesia yang pernah melayani dua periode berbeda, disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan Jakarta pada Minggu, 29 Maret 2026. Jenazah tiba di lokasi tersebut pukul 08.00 WIB dan langsung menjalani prosesi persemayaman di Ruang Hening.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menerangkan bahwa prosesi persemayaman berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. Setelah itu, jenazah mengalami prosesi pelepasan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, sebelum nantinya diantar ke Taman Makan Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan.

Perjalanan Karir Juwono Sudarsono sebagai Menteri Pertahanan

Juwono Sudarsono mencatat sejarah penting sebagai menteri pertahanan pertama dari kalangan sipil. Sebelum pengangkatannya, posisi ini selalu ditempati oleh tokoh militer selama sekitar 40 tahun, mulai dari 1959 hingga 1999.

Dalam perjalanan politiknya, Juwono menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam dua periode berbeda. Periode pertama berlangsung dari Oktober 1999 hingga Agustus 2000 pada masa Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sementara periode kedua terjadi dari 21 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2009 pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kepercayaan Empat Presiden kepada Juwono Sudarsono

Prestasi luar biasa menghiasi karir Juwono dalam melayani negara. Figur ini menjadi tokoh unik yang dipercaya oleh empat Presiden Republik Indonesia menjadi menteri selama masa kerjanya yang panjang.

Kepercayaan tersebut mencerminkan kredibilitas dan kompetensi yang Juwono miliki di bidang pertahanan dan hubungan internasional. Tidak banyak tokoh dalam sejarah Indonesia yang mendapatkan kesempatan melayani dalam jabatan ministerial di bawah kepemimpinan berbagai presiden dari latar belakang dan periode yang berbeda.

Latar Belakang dan Pendidikan Juwono Sudarsono

Pria kelahiran Ciamis, Jawa Barat, 5 Maret 1942, ini memiliki garis keturunan diplomatik yang kuat. Ayahnya, Dr Sudarsono (almarhum), adalah diplomat berpengalaman yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial, Menteri Dalam Negeri, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Yugoslavia.

Pendidikan tinggi Juwono mencakup gelar doktor dalam Ilmu Hubungan Internasional dari London School of Economics di London, Inggris. Selain itu, ia meraih gelar PhD dari London School of Economics and Political Science Inggris pada 1978 dengan disertasi berjudul “Politik Luar Negeri Indonesia 1965-1975: Studi Kasus Hubungan Indonesia-Amerika Serikat”.

Pencapaian akademik lainnya termasuk gelar PhD dari Universitas Georgetown Inggris yang Juwono raih pada 1985. Prestasi pendidikan gemilang ini membuka jalan bagi karirnya sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia sejak tahun 1998.

Kehidupan dan Pengalaman Internasional Juwono Sudarsono

Sepanjang hidupnya, Juwono berpindah-pindah tinggal ke berbagai negara dalam mengejar pendidikan dan karir internasionalnya. Pengalaman multikultural ini, meskipun sempat menyulitkannya dalam berbahasa Indonesia, justru memperkaya pemahaman Juwono tentang dinamika global dan kepentingan nasional.

Kombinasi unik antara latar belakang keluarga diplomatik, pendidikan internasional di institusi terkemuka, dan pengalaman hidup di berbagai negara membentuk keahlian Juwono. Semua faktor ini memposisikannya sebagai salah satu tokoh paling kompeten di bidang pertahanan dan hubungan internasional pada zamannya.

Prosesi Pemakaman dan Penghormatan Nasional

Pemerintah membuka kesempatan bagi tokoh-tokoh nasional untuk hadir memberikan takziah selama persemayaman berlangsung. Rico menegaskan bahwa tokoh nasional yang ingin menghormati jenazah mantan menteri pertahanan ini dipersilakan untuk hadir.

Setelah pelepasan resmi dari Kementerian Pertahanan pada pukul 11.00 WIB, jenazah akan diantar ke Taman Makan Pahlawan Kalibata di Jakarta Selatan untuk dimakamkan dengan penuh kehormatan. Pemilihan lokasi pemakaman ini mencerminkan penghargaan negara terhadap kontribusi Juwono Sudarsono sepanjang masa hidupnya.

Meninggalnya Juwono Sudarsono menandai hilangnya sosok penting dalam perjalanan institusionalisasi pertahanan Indonesia. Upaya memposisikan menteri pertahanan dari kalangan sipil, yang Juwono pelopori, menjadi fondasi penting transformasi pertahanan nasional menuju sistem yang lebih profesional dan independen dari dominasi militer.