Nasional

Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Strategi Baru di Timur Tengah

Realita Bengkulu – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa mengambil kendali atas minyak Iran merupakan sebuah pilihan. Pernyataan kontroversial ini disampaikannya dalam rapat kabinet pada Kamis (26/3/2026).

Jadi, Trump menegaskan bahwa menguasai cadangan minyak Iran adalah salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh pemerintahannya. Ini merupakan sinyal bahwa Amerika Serikat siap melakukan intervensi militer baru di Timur Tengah demi kepentingan energi.

Minyak Iran, Alasan Baru Perang di Timur Tengah?

Menariknya, pernyataan Trump ini muncul di tengah ketegangan yang semakin memanas antara AS dan Iran. Kedua negara telah lama terlibat dalam perseteruan, terutama soal program nuklir Iran dan tuduhan AS bahwa Iran mendukung kelompok teroris di Timur Tengah.

Faktanya, Iran memiliki cadangan minyak yang sangat besar, diperkirakan mencapai 157 miliar barel. Ini membuat Iran menjadi salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Oleh karena itu, penguasaan atas minyak Iran bisa jadi menjadi tujuan tersembunyi di balik kebijakan luar negeri AS di kawasan ini.

Efek Penguasaan Minyak Iran

Jika AS benar-benar mengambil kendali atas minyak Iran, maka hal ini bisa memberikan dampak besar bagi perekonomian global. Ternyata, Iran adalah salah satu pemasok minyak utama bagi banyak negara, terutama di Eropa dan Asia. Akibatnya, pasokan minyak dunia bisa terganggu dan harga minyak dunia pun bisa melambung tinggi.

Namun, di sisi lain, penguasaan minyak Iran juga bisa memperkuat posisi AS di pasar minyak global. Amerika Serikat bisa memainkan peran yang lebih dominan dalam menentukan harga dan pasokan minyak dunia.